Edition No. 130

20 March 2010

Now: Thursday, 23 March 2017 @ 12:13 AM -0400

Advertisement Banner

Image of Main Article No. 53

Tunggak SPP, 35 Murid SD Dihukum Berdiri

Philadelphia (BULLETIN) Lantaran belum melunasi biaya SPP, sedikitnya 35 murid kelas I hingga kelas VI SD Mater Dei, Kota Probolinggo disetrap guru. Mereka dihukum berdiri di sebuah aula sejak pukul 08.00 sampai pukul 09.00. Selain disetrap, mereka juga dilarang ikut ujian tengah semester (UTS) di sekolah favorit tersebut.

Ulah kepala sekolah yang berlangsung Rabu (17/3) kemarin, mendapat reaksi keras dari para orangtua murid, salah satunya Alex Udo, orangtua Maria Mellisa, kelas VIA. Alex menyayangkan tindakan yang dilakukan kepala sekolah tersebut, karena terlalu berlebihan.

Mestinya, menurut Alex, pihak sekolah jangan memperlakukan hukuman seperti itu terhadap murid. Sebab, secara psikologi akan berpengaruh negatif terhadap jiwa anak, apalagi hari itu sedang dilaksanakan UTS. “Saya kemarin marah-marah dan gebrak-gebrak meja,” aku Alex, Kamis (18/3).

Alex juga mengatakan, perbuatan yang dilakukan kepala sekolah itu termasuk tindak pidana penganiayaan. Meski begitu, ia masih bersikap toleransi terhadap sekolah, sehingga ia tidak melaporkan kejadian tersebut ke polisi. “Ini kan sanksi administrasi, mestinya pihak sekolah memanggil orangtuanya, tidak serta merta melakukan hukuman seperti itu,” protesnya.

Sementara itu, Kepala SD Mater Dei, Kota Probolinggo, Suster Elis Marie, saat dikonfirmasi enggan berkomentar dan melarang wartawan Surya untuk merekam pembicaraannya. “Kalau merekam harus izin lho,” ucapnya mengawali pembicaraan.

Setelah diberondong berbagai pertanyaan, akhirnya ia bersedia komentar, namun pernyataan itu sebatas klarifikasi, bukan konfirmasi. Perempuan yang sudah puluhan tahun menjadi kepala sekolah ini menyarankan agar permasalahan ini tidak dikorankan. Sebab, antara pihaknya dengan orangtua dan wali murid sudah ada kesepahaman. “Enggak usah ditulis, persoalan ini sudah kami selesaikan,” ujarnya

Dalam kasus ini, pihaknya tidak mau dipersalahkan karena apa yang ia lakukan sudah sesuai prosedur. Menurutnya, jauh-jauh sebelum UTS ini dilaksanakan, pihaknya sudah memberitahukan via surat kepada orangtua atau wali murid yang masih memiliki tanggungan SPP.

Ditambahkan, selama ini pihak sekolah bersikap lunak (tidak kaku) terhadap orangtua yang anaknya sekolah tersebut. “Yang penting mereka mau datang ke sini dan mengatakan apa adanya. Kalau memang enggak punya, kami tidak mempermasalahkan, asal janjinya tepat,” ujarnya.

Mengenai sanksi yang diterapkan kepada anak didiknya itu, ia mengaku berbuat demikian karena ada penyebabnya. “Kita memberikan sanksi seperti itu karena ada alasannya. Kalau tidak ada permasalahan, tidak mungkin saya berbuat demikian,” katanya saat dikonfirmasi wartawan di SD Mater Dei, di Jalan Suroyo. n st35


Written on Thursday, 25 March 2010, at 1:43 PM -0400.
Last edited by Peter on Friday, 26 August 2011, at 5:48 AM -0400.
Read 994 times.


Read news: 1  2  3  4  5  6  7  8  9  10  |  Next News »

© 2017 YOUR COMPANY. | E-Mail: editor@yourcompany.com | Valid: XHTML & CSS. | Created Using SWCMS. | Return To TOP.